TITIKTEMU.CO-Sebuah baliho ucapan ulang tahun ternyata mampu memicu perdebatan politik yang lebih besar daripada ukurannya sendiri.
Di Solo, kota yang lekat dengan nama Joko Widodo, pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Presiden ke-7 RI itu mendadak menjadi bahan pembicaraan.
Bukan karena desainnya yang mencolok atau jumlahnya yang banyak, melainkan karena pertanyaan yang muncul setelahnya: mengapa penghormatan seperti itu diberikan kepada Jokowi, tetapi tidak pernah terlihat saat Presiden Prabowo Subianto berulang tahun?
Pertanyaan tersebut datang dari internal Partai Gerindra Solo sendiri.
Baca Juga: Kota Tier 2 Indonesia yang Diam-Diam Jadi Incaran Profesional Muda
Dari Ucapan Selamat Menjadi Polemik Politik
Pemerintah Kota Solo memasang baliho ucapan ulang tahun untuk Jokowi di sejumlah titik strategis. Di baliho tersebut terpampang wajah Jokowi dengan senyum khasnya disertai ucapan selamat dari Pemkot Surakarta.
Bagi sebagian warga, hal itu mungkin dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang memiliki hubungan kuat dengan Solo. Namun bagi sebagian pihak lain, terutama dari kalangan politik, langkah tersebut menimbulkan tanda tanya.
Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto, menjadi salah satu yang secara terbuka menyampaikan kekecewaannya.
Menurutnya, jika pemasangan baliho itu dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh nasional, maka perlakuan yang sama seharusnya juga diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai kepala negara sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.
Kekecewaan yang Disampaikan Terang-Terangan
Ardianto mengaku menerima laporan bahwa baliho ucapan ulang tahun Jokowi dipasang di beberapa lokasi menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah.
Hal itulah yang membuat dirinya mempertanyakan kebijakan tersebut.
Baginya, persoalan utama bukan terletak pada ucapan selamat kepada Jokowi, melainkan pada konsistensi sikap pemerintah kota. Ia menilai akan lebih adil jika penghormatan serupa juga diberikan kepada Prabowo.
Terlebih lagi, Wali Kota Solo saat ini, Respati Ardi, berasal dari Partai Gerindra.