Di era media sosial yang sering dipenuhi pencapaian instan dan kehidupan serba sempurna, cerita seperti ini terasa berbeda.
Baca Juga: Pajak Rolls-Royce Raffi Ahmad Tembus Rp 200 Juta Setahun, Setara Harga Mobil Baru
Ada sisi rapuh, realistis, sekaligus hangat yang membuat banyak perempuan merasa “terwakili”. Bahwa mengejar pendidikan atau karier setelah menikah dan memiliki anak bukan hal mustahil, meski jalannya jelas tidak mudah.
Perjalanan Erina sendiri memang tidak sederhana. Lulusan Manajemen Keuangan Universitas Gadjah Mada itu melanjutkan studi Master of Science di Fakultas Social Policy and Practice UPenn setelah memperoleh beasiswa parsial pada 2024.
Selama menempuh pendidikan, ia juga menjalani program magang di UNESCO yang tentu menambah padat aktivitas hariannya.
Baca Juga: Libur Iduladha Makin Seru! Deretan Film TV dari Horor Mistis sampai Aksi Kocak Siap Temani Malammu
Namun di balik semua kesibukan itu, Erina menegaskan ada satu sosok yang menjadi penyokong utamanya, yakni sang suami.
Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Kaesang yang disebut selalu memberikan dukungan penuh sejak awal perjalanan studinya.
Hal kecil seperti dukungan emosional ternyata sering menjadi “bahan bakar” penting dalam perjalanan panjang seseorang.
Kadang orang tidak membutuhkan jawaban sempurna, cukup seseorang yang berkata, “Kamu bisa lanjut, aku ada di belakangmu.”
Baca Juga: Journaling 10 Menit untuk Ibu: Cara Sederhana Menenangkan Pikiran Saat Mengasuh Anak
Yang juga menarik perhatian publik adalah pengakuan Erina soal foto wisudanya yang ternyata diunggah terlambat.
Iamengaku sempat kehilangan file dokumentasi dan kontak fotografernya cukup lama.
Detail sederhana ini justru membuat kisahnya terasa lebih dekat dan tidak dibuat-buat.
Kisah Erina Gudono akhirnya bukan cuma tentang IPK 4.00 atau kampus bergengsi di Amerika.