TITIKTEMU.CO-Setiap kali kalender beralih mendekati tanggal sembilan Dzulhijjah, sebuah ruang rindu yang besar mendadak mekar di hati jutaan umat Muslim di Indonesia.
Ada semacam getaran spiritual yang kuat, membuat kita yang berada ribuan kilometer jauhnya dari Tanah Suci ikut larut dalam kesyahduan.
Bersamaan dengan itu, sebuah pertanyaan klasik namun sarat makna hampir selalu hangat diperbincangkan: jika jemaah haji sedang bersimpuh dan menangis di Padang Arafah, kapan sebenarnya waktu terbaik bagi kita yang di Indonesia untuk mengetuk pintu langit dengan doa?
Baca Juga: Puncak Haji 2026 Dimulai! Jutaan Jemaah Mulai Bergerak Menuju Padang Arafah
Hari Arafah memang bukan hari biasa yang lewat begitu saja karena Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebaik-baiknya doa adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah.
Menariknya, tidak ada aturan kaku yang mewajibkan umat Muslim dunia untuk menyamakan jam berdoa mereka dengan jam di Arab Saudi.
Mayoritas ulama berpandangan bahwa kemuliaan Hari Arafah mengalir mengikuti penanggalan lokal di negara masing-masing.
Baca Juga: Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam Lengkap dengan Doa dan Sunnahnya
Namun, menyelaraskan waktu bermunajat dengan momen wukuf massal di Mekkah memiliki daya magis tersendiri bagi jiwa, di mana jika dikonversikan ke Waktu Indonesia Barat yang berselisih empat jam lebih cepat, momentum sakral tersebut berlangsung kurang lebih mulai pukul enam belas nol nol WIB hingga pukul dua pukul dua puluh dua nol nol WIB.
Untuk menyambut momentum agung ini dengan lebih khidmat, Majelis Ulama Indonesia bersama Kementerian Agama bahkan telah menggelar acara istighatsah bersama untuk mendoakan kelancaran ibadah haji serta kedamaian bangsa.
Sinergi doa antara kita di tanah air dengan jemaah di sana menciptakan ikatan batin yang kuat.
Salah satu untaian doa yang sangat indah untuk dilantunkan di waktu mustajab ini adalah pengakuan tuluas atas hakikat kehidupan:
اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي، وَإِلَيْكَ مَآبِي, وَلَكَ تُرَاثِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَوَسْوَاسِ الصَّدْرِ، وَشَتَاتِ الْأَمْرِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ