Menjadi produktif memang sangat baik namun menjadikannya sebagai satu-satunya validasi hidup adalah sebuah kekeliruan emosional yang sangat fatal.
Baca Juga: Era Harga Murah Sudah Lewat, Kini Konsumen Indonesia Lebih Pilih Beli 'Nilai'
Kamu tidak perlu terus-menerus mengorbankan waktu tidur dan kesehatan mentalmu hanya demi mendapatkan pujian formal dari lingkungan sekitarmu.
Tubuhmu yang mulai sering sakit dan pikiranmu yang mudah jenuh adalah sinyal nyata bahwa batas kemampuanmu sudah terlampaui jauh.
Validasi atas kelelahan kolektif yang kita rasakan bersama saat ini sangat penting untuk diakui secara jujur tanpa ada penyangkalan.
Baca Juga: Bukan Kurang Gaji tapi Lebih Gengsi: Mengenal Lingkaran Setan Lifestyle Inflation
Berhentilah merasa bahwa kamu belum berbuat cukup hanya karena melihat pencapaian orang lain yang tampak berkilau di media sosial.
Setiap orang memiliki ritme jalannya masing-masing dan hidup ini bukanlah sebuah panggung perlombaan lari cepat yang tanpa batas akhir.
Menolak untuk larut dalam pusaran hustle culture yang beracun adalah sebuah langkah awal yang sangat berani untuk menyelamatkan diri sendiri.
Baca Juga: Keluar dari Labirin Piksel: Memahat Ruang Aman Ibu dan Anak di Dunia yang Telanjur Digital
Mulailah belajar mendengarkan kebutuhan tubuhmu kembali dan berikan haknya untuk beristirahat secara total tanpa ada beban pikiran negatif.
Sebab pada akhirnya kesehatan fisik dan ketenangan jiwamu jauh lebih berharga daripada tumpukan portofolio pekerjaan yang kamu banggakan itu.***