nasional

Bukan Programmer, Bukan Insinyur: Perempuan Lulusan Filsafat Ini Diam-Diam Membentuk “Hati” AI Claude

Senin, 18 Mei 2026 | 17:00 WIB
Amanda Askell, lulusan filsafat yang membentuk empati dan moral AI Claude (Time)

Kenapa Claude Terasa Lebih “Manusia”?

Banyak pengguna menyebut Claude terasa lebih hangat dan empatik dibanding chatbot AI lain.

Kalimat sederhana seperti “Itu terdengar berat” saat pengguna bercerita ternyata bukan respons acak.

Itu adalah hasil desain karakter yang memang diajarkan Amanda kepada AI tersebut.

Namun proses ini tidak mudah.

Amanda harus memastikan Claude tetap sopan dan aman tanpa terdengar menggurui atau terlalu sok moral.

Baca Juga: Dari Layar YouTube ke Layar Bioskop: Petualangan Baru Masha and the Bear Siap Meledak di 2028

Hasilnya cukup mengejutkan. Berdasarkan berbagai metrik industri, Claude menjadi salah satu AI dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi dan angka halusinasi terendah di industri.

Masa Depan AI Mungkin Tidak Lagi Ditentukan Programmer Saja

Kisah Amanda Askell menunjukkan sesuatu yang menarik: masa depan AI mungkin bukan hanya ditentukan oleh programmer dan insinyur, tetapi juga oleh filsuf, psikolog, seniman, dan orang-orang yang memahami manusia secara mendalam.

Karena pada akhirnya, tantangan terbesar AI bukan lagi soal membuat mesin berpikir cepat—melainkan membuat teknologi tetap manusiawi ketika berbicara dengan manusia.***

 

Halaman:

Tags

Terkini