nasional

Bukan Programmer, Bukan Insinyur: Perempuan Lulusan Filsafat Ini Diam-Diam Membentuk “Hati” AI Claude

Senin, 18 Mei 2026 | 17:00 WIB
Amanda Askell, lulusan filsafat yang membentuk empati dan moral AI Claude (Time)

Karier Amanda di industri AI dimulai ketika ia bergabung dengan OpenAI pada 2020.

Di sana, ia bekerja sebagai peneliti keselamatan AI dan ikut terlibat dalam pengembangan riset GPT-3.

Namun seiring waktu, Amanda merasa arah perkembangan AI mulai terlalu fokus pada kecanggihan teknologi dan kurang memberi perhatian pada aspek keselamatan serta etika.

Kekhawatiran itu membuatnya memilih keluar dari OpenAI.

Keputusan tersebut kemudian membawanya ke Anthropic, startup AI yang juga didirikan sejumlah mantan petinggi OpenAI.

Baca Juga: Idul Adha 2026 Resmi 27 Mei: Begini Cara Pemerintah “Membaca Langit” dari Aceh sampai Papua

Namun berbeda dari perusahaan lain, Anthropic memberinya tugas unik: bukan sekadar membuat AI pintar, tetapi membuat AI yang punya karakter dan nilai moral.

Mengajari AI Jadi “Manusia yang Baik”

Di Anthropic, Amanda dipercaya menjadi Kepala Tim Penyelarasan Kepribadian Claude.

Ia menggunakan pendekatan bernama Constitutional AI, yaitu metode melatih AI menggunakan seperangkat prinsip moral yang disebut “konstitusi.”

Baca Juga: Lokasi dan Cara Cek Jadwal SKT KDKMP & KNMP 2026 Terbaru Lengkap Kisi-Kisi Materi agar Lolos

Dokumen moral tersebut bahkan mencapai sekitar 30.000 kata dan mengambil inspirasi dari berbagai sumber, mulai dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB hingga standar privasi perusahaan teknologi seperti Apple.

Tujuannya bukan sekadar membuat Claude mematuhi aturan, tetapi mampu memahami konteks, membantu pengguna secara bijak, dan mengurangi potensi bahaya.

Baca Juga: Moto3 Catalunya 2026. Ega Vega Finish Kedelapan, Quiles Tetap Juara. Ini Urutannya

Dengan kata lain, Amanda tidak sekadar melatih AI untuk menjawab pertanyaan—tetapi mengajarinya cara bersikap.

Halaman:

Tags

Terkini