Namun yang membuat total penghasilan lebih besar adalah berbagai tunjangan yang melekat pada profesi ini.
Masinis umumnya mendapatkan tunjangan risiko karena pekerjaan mereka berkaitan langsung dengan keselamatan operasional.
Baca Juga: Dilan ITB 1997: Saat Cinta, Idealisme, dan Masa Depan Bertabrakan di Era Menjelang Reformasi
Selain itu, ada pula tunjangan perjalanan dinas, tunjangan keluarga bagi pegawai yang telah menikah, serta insentif lain sesuai ketentuan internal perusahaan.
Beberapa sumber juga menyebut adanya emolumen pendidikan atau tunjangan pengembangan kompetensi dengan nominal sekitar Rp200 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.
Nilai ini dapat berubah tergantung kebijakan dan kebutuhan pelatihan.
Di luar soal pendapatan, jadwal kerja masinis juga tidak ringan.
Mereka bekerja dengan sistem shift agar layanan kereta tetap berjalan sejak pagi hingga malam hari.
Dalam satu hari, durasi kerja berkisar antara 6 hingga 8 jam sesuai jadwal operasional.
Artinya, seorang masinis harus siap bekerja pagi buta, siang hari, bahkan malam tergantung rotasi tugas.
Ritme kerja seperti ini menuntut kedisiplinan tinggi dan kondisi tubuh yang prima.
Banyak orang melihat kereta berjalan tepat waktu, tetapi jarang menyadari ada tanggung jawab besar di ruang kemudi.
Setiap pengereman, percepatan, hingga kepatuhan terhadap sinyal jalur bergantung pada fokus masinis dan koordinasi dengan petugas lain.
Insiden di Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa transportasi publik berjalan berkat kerja banyak profesi penting, salah satunya masinis.
Mereka bekerja dalam tekanan, namun dituntut tetap tenang di situasi apa pun.