TITIKTEMU.CO-Malam itu seharusnya menjadi perjalanan pulang seperti hari-hari biasa. Para penumpang menaiki kereta dengan pikiran sederhana: ingin segera tiba di rumah, bertemu keluarga, beristirahat, lalu kembali menjalani rutinitas esok hari.
Namun Senin malam, 27 April 2026, takdir berkata lain. Tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur mengubah perjalanan biasa menjadi duka mendalam.
Baca Juga: Viral Polemik Prodi Tak Relevan, Mendikti Tegaskan Kampus Akan Diperbarui Bukan Ditutup
Di balik angka korban jiwa, ada nama-nama yang menyimpan cerita, pengabdian, dan mimpi yang terhenti mendadak.
Sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Mereka datang dari berbagai profesi, usia, dan latar belakang kehidupan.
Baca Juga: Dilan ITB 1997: Saat Cinta, Idealisme, dan Masa Depan Bertabrakan di Era Menjelang Reformasi
Salah satu korban adalah Nurlaela (39), seorang guru di SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur. Setiap hari ia mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak, menanamkan ilmu dan harapan bagi generasi masa depan.
Kini ruang kelasnya kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan.
Ada pula Ida Nuraida (48), seorang perawat di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Sosok tenaga kesehatan yang selama ini berada di garis depan pelayanan medis harus berpulang dalam perjalanan pulang usai menjalankan tugas kemanusiaan.
Baca Juga: Viral! Finalis Puteri Indonesia Riau Diduga Buka Klinik Ilegal, Pasien Alami Cacat Permanen
Korban lainnya, Farida Utami (50), bertugas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia terbiasa membantu orang lain di masa kritis, namun justru menjadi bagian dari tragedi yang menyisakan luka bagi banyak orang.
Nama Nuryati (41) juga masuk daftar korban.Ia dikenal sebagai kader PKK sekaligus jumantik di Kelurahan Utan Panjang, Jakarta Pusat. Perannya dekat dengan masyarakat, aktif menjaga lingkungan, dan peduli kesehatan warga sekitar.
Tragedi ini juga merenggut nyawa generasi muda yang tengah menata masa depan. Nur Alimantun Citra Lestari (19) tercatat sebagai mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti. Sementara Gita Septia Wardany (20) sedang menempuh studi Ilmu Komunikasi di Universitas Bina Sarana Informatika.
Baca Juga: Noel Ebenezer Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun, Publik Soroti Babak Baru Kasus K3