nasional

Jemaah Haji RI Mulai Kalap Belanja di Madinah, Kemenhaj Ingatkan Fokus Ibadah dan Bagasi Jangan Penuh

Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB
Foto ilustrasi Jemaah haji ramai belanja di Madinah (Pinterest @maryam.m)

TITIKTEMU.CO - Aktivitas belanja oleh-oleh di kalangan jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Madinah mulai meningkat tajam, sehingga Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan agar semangat berbelanja tidak menggeser fokus utama menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta konsentrasi penuh selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa tren belanja terlihat semakin ramai dalam beberapa hari terakhir, terutama di pusat-pusat perdagangan sekitar Madinah yang memang dikenal menjual berbagai kebutuhan khas Arab Saudi seperti kurma, tasbih, sajadah, parfum, hingga makanan ringan favorit jemaah dari berbagai negara.

Fenomena ini dinilai wajar karena banyak jemaah ingin membawa buah tangan untuk keluarga di rumah, namun pemerintah menilai pembelian berlebihan justru dapat menimbulkan masalah baru, terutama karena perjalanan haji masih panjang dan jemaah masih harus berpindah dari Madinah menuju Mekkah dengan membawa barang pribadi masing-masing.

Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?

Barang Berlebih Bisa Ganggu Perjalanan ke Mekkah

Kemenhaj menegaskan bahwa membawa terlalu banyak barang dari Madinah berisiko menyulitkan jemaah sendiri saat proses perpindahan antarkota, sebab koper yang terlalu berat akan menyita tenaga, memperlambat mobilitas, dan dalam kondisi tertentu juga berpotensi mengganggu kenyamanan jemaah lain dalam rombongan saat proses distribusi barang maupun penempatan di bus dan penginapan.

Selain persoalan tenaga dan kenyamanan, kapasitas bagasi pesawat juga sangat terbatas sehingga jemaah perlu menghitung ulang prioritas barang bawaan agar tidak terkena kelebihan muatan yang justru menambah biaya serta menyulitkan saat kepulangan ke Indonesia nanti.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa kesempatan berbelanja masih terbuka luas ketika jemaah sudah berada di Mekkah, sehingga tidak ada alasan untuk memborong semuanya sejak di Madinah karena pilihan produk, harga, dan waktu belanja masih tersedia pada fase berikutnya.

Baca Juga: 9 Larangan di Masjid Nabawi untuk Jemaah Haji Indonesia: Dari Live Streaming hingga Merokok

Bijak Belanja, Ibadah Tetap Jadi Prioritas

Pesan utama yang disampaikan pemerintah adalah pentingnya mengendalikan diri saat berbelanja, memilih barang yang benar-benar dibutuhkan.

Serta tidak terjebak euforia sesaat yang bisa menguras tenaga, waktu, dan perhatian menjelang puncak ibadah haji yang memerlukan stamina maksimal.

Jemaah diimbau menjadikan belanja sebagai aktivitas sekunder, bukan agenda utama, karena tujuan terbesar perjalanan ini adalah menunaikan ibadah secara khusyuk, aman, dan lancar sesuai tuntunan yang telah dipersiapkan sejak dari Tanah Air.

Dengan pola belanja yang cerdas, jemaah tetap bisa membawa oleh-oleh bermakna tanpa harus repot dengan koper berlebih, kelelahan ekstra, atau gangguan selama proses perjalanan menuju lokasi ibadah berikutnya.

Halaman:

Tags

Terkini