TITIKTEMU.CO - Langit malam April 2026 menghadirkan salah satu pertunjukan alam paling memukau: hujan meteor Lyrids.
Fenomena ini bukan sekadar indah, tetapi juga sarat sejarah karena telah diamati manusia sejak ribuan tahun lalu.
Tak heran jika setiap kemunculannya selalu ditunggu oleh para pecinta astronomi, termasuk di Indonesia.
Hujan meteor sendiri merupakan peristiwa ketika banyak meteor melesat di langit dalam waktu singkat.
Dari Bumi, pemandangan ini terlihat seperti bintang jatuh yang bergerak cepat, terkadang meninggalkan jejak cahaya yang memikat.
Asal-usul Hujan Meteor Lyrids
Lyrids berasal dari sisa debu komet kuno bernama C/1861 G1 (Thatcher).
Komet ini mengelilingi Matahari dalam siklus panjang, sekitar 415 tahun sekali.
Saat Bumi melintasi jalur debu tersebut setiap tahun, partikel kecil masuk ke atmosfer dan terbakar, menciptakan garis cahaya yang kita kenal sebagai meteor.
Fenomena ini tergolong salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, intensitasnya bisa meningkat drastis.
Ada catatan bahwa Lyrids pernah menghasilkan hingga 100 meteor per jam, meski lonjakan seperti itu jarang terjadi dan sulit diprediksi.
Kapan Waktu Terbaik Melihatnya di Indonesia?