TITIKTEMU.CO - Meski libur Lebaran mulai mendekati garis akhir dan aktivitas sekolah serta perkantoran dijadwalkan kembali normal pada Senin, 30 Maret 2026, arus balik ternyata belum benar-benar mereda.
Sekitar 42 persen pemudik masih belum kembali ke Jakarta, membuat akhir pekan ini diprediksi menjadi puncak kedua pergerakan besar kendaraan dan penumpang dari berbagai daerah menuju ibu kota.
Situasi ini membuat aparat kepolisian tetap siaga penuh di berbagai titik strategis meskipun Operasi Ketupat 2026 secara resmi sudah ditutup beberapa hari sebelumnya.
Fokus pengamanan kini dialihkan ke pola pengawasan yang lebih fleksibel namun tetap ketat, terutama di jalur-jalur utama yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.
Baca Juga: Upgrade Cara Pikir, Upgrade Hidup: Rahasia Growth Mindset untuk Sukses di 2026
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus balik tahun ini tidak hanya bertumpu pada satu puncak, melainkan bergerak lebih dinamis dan menyebar. N
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Bertahap
Untuk menghadapi potensi kepadatan, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way yang akan diberlakukan secara bertahap dan situasional sesuai kondisi lapangan.
Parameter utamanya mengacu pada jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol, terutama di kawasan Kalikangkung yang menjadi titik penting arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.
Jika volume kendaraan mendekati ambang tertentu, kebijakan one way nasional bisa segera dijalankan untuk mencegah kemacetan parah di ruas Tol Trans Jawa.
Namun jika angka kendaraan masih berada dalam batas aman, arus lalu lintas akan tetap dilayani dua arah agar distribusi perjalanan tetap seimbang.
Pendekatan ini dipilih agar rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara kaku, melainkan menyesuaikan ritme pergerakan kendaraan yang terus berubah.
Baca Juga: Prajurit RI Gugur di Lebanon! Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat, Dunia Diminta Bertindak
Terminal dan Simpul Transportasi Ikut Dipadati