Di Indonesia dan banyak negara Muslim, Nuzulul Qur’an biasanya diperingati setiap malam 17 Ramadan.
Sebagian ulama menyebut tanggal ini berkaitan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau berusia sekitar 40 tahun.
Namun dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kitab suci ini diturunkan pada Lailatul Qadr, malam penuh kemuliaan yang berada pada bulan Ramadan.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.”
(QS. Al-Qadr: 1)
Karena itu para ulama menjelaskan bahwa wahyu pertama turun pada malam tertentu di bulan Ramadan, lalu Al-Qur’an selanjutnya diturunkan secara bertahap selama sekitar 23 tahun sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat pada masa itu.
Baca Juga: Kultum Nuzulul Qur’an Singkat Penuh Makna: Menghidupkan Cinta Al-Qur’an di Malam 17 Ramadan
Makna Spiritual Nuzulul Qur’an bagi Umat Islam
Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk hidup yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran.
Allah SWT juga menegaskan keistimewaan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 185)