Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA untuk dibaca pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan.
4. Bersedekah dan Berbuat Baik
Selain ibadah pribadi, malam ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal sosial seperti sedekah.
Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat pada bulan Ramadan.
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial.
Hikmah Besar dari Malam 17 Ramadan
Malam Nuzulul Qur’an mengingatkan umat Islam bahwa perubahan besar dalam kehidupan dimulai dari wahyu dan ilmu.
Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci untuk dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan nilai keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan.
Karena itu, memperingati malam 17 Ramadan sejatinya bukan hanya mengenang sejarah turunnya Al-Qur’an, tetapi juga memperbarui komitmen untuk membaca, memahami, dan mengamalkan pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari agar hidup lebih terarah, damai, dan penuh keberkahan.***