TITIKTEMU.CO-Hari ke-10 Ramadhan adalah momentum reflektif untuk memperkuat iman, memperbaiki kualitas ibadah, dan menata ulang konsistensi menuju fase ampunan.
Memasuki hari ke-10 Ramadhan berarti kita berada di penghujung fase pertama yang identik dengan rahmat, karena dalam sebuah hadis disebutkan bahwa sepuluh hari pertama adalah rahmat, sepuluh hari kedua ampunan, dan sepuluh hari terakhir pembebasan dari api neraka (HR. Al-Baihaqi).
Sehingga hari ini bisa menjadi titik evaluasi sejauh mana kesungguhan kita menjalani ibadah sejak awal bulan suci.
Ramadhan sejatinya bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses pembentukan spiritual yang berkelanjutan, dan Allah SWT telah menegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.
Bahwa tujuan puasa adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa, yang artinya hari ke-10 ini bukan tentang angka, tetapi tentang progres ketakwaan dalam hati dan perilaku.
Baca Juga: Tambang Emas Tumpang Pitu Kembali Disorot: Dugaan Pelanggaran Lahan Kompensasi PT BSI Mengemuka
Agar momentum ini tidak berlalu begitu saja, berikut amalan istimewa yang bisa dilakukan dengan lebih terstruktur:
1. Perbanyak Istighfar dan Taubat
Memasuki fase menuju ampunan, istighfar menjadi kunci utama.
Luangkan waktu khusus setelah shalat untuk membaca istighfar minimal 100 kali dengan penuh kesadaran, bukan sekadar lisan yang bergerak.
QS. Az-Zumar ayat 53 mengingatkan bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba yang kembali kepada-Nya, sehingga hari ke-10 adalah momen tepat untuk memperbarui niat dan membersihkan hati.
2. Evaluasi Kualitas Puasa
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan emosi.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai (HR. Bukhari dan Muslim), yang berarti ia melindungi dari dosa dan perilaku buruk.
Tanyakan pada diri sendiri: