Menurutnya, cobaan yang datang justru menjadi pemicu untuk lebih banyak berbagi dan membantu sesama. Ia mengaku, setelah melewati masa sulit, semakin banyak orang yang bisa ia bantu, termasuk memberangkatkan umrah.
Dakwah Tak Mengenal Batas Ruang
Kehadiran Gus Miftah di klub malam memang kerap memunculkan pro dan kontra. Namun baginya, dakwah tidak boleh dibatasi lokasi.
Ia sering menyampaikan bahwa jika orang-orang di masjid sudah rutin mendapatkan ceramah, maka perlu ada yang hadir di tempat-tempat lain yang jarang tersentuh.
Buka puasa bersama di Colosseum Jakarta kali ini menjadi simbol bahwa bahkan ruang hiburan malam pun dapat menjadi tempat refleksi spiritual—setidaknya untuk sejenak.***