TITIKTEMU.CO - Ramadhan seharusnya menjadi ruang belajar paling nyata tentang disiplin, empati, dan pengendalian diri bagi anak-anak.
Ironisnya, di tengah kekusyukan Ramadhan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati tetap dibagikan pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB selama bulan puasa.
Sejumlah wali murid menilai kebijakan tersebut berpotensi mengaburkan pesan pendidikan karakter yang tengah mereka tanamkan di rumah.
Sebab pembagian makanan di jam Zuhur dinilai memberi kesan seolah-olah anak tidak didorong untuk berpuasa secara penuh.
Padahal momentum Ramadhan adalah kesempatan emas membentuk kebiasaan spiritual yang kuat sejak dini.Sejumlah orang tua menyuarakan keberatan atas teknis distribusi tersebut.
Baca Juga: Viral! Siswi SD Usul MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Saat Ramadan, Ini Penjelasan BGN
Hasan, salah satu wali murid, menilai waktu pembagian yang dilakukan di tengah hari dapat memunculkan persepsi yang kurang tepat bagi siswa yang sedang belajar menahan lapar dan dahaga.
Menurutnya, akan lebih bijak jika makanan dibagikan menjelang waktu berbuka atau bahkan dialihkan dalam bentuk bantuan lain yang lebih fleksibel.
Bagi para orang tua, persoalannya bukan pada substansi program. Mereka tetap mendukung penuh tujuan MBG sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah.
Namun, pelaksanaan di bulan suci dianggap perlu sentuhan kebijakan yang lebih sensitif terhadap nilai-nilai Ramadhan.
Baca Juga: Cara Daftar QRIS All Payment untuk Warung dan UMKM, Praktis, Cepat, dan Resmi dari BI
Usulan Jalan Tengah: Distribusi Sore Hari
Wali murid lain, Yanto, mengusulkan agar distribusi makanan, terutama jenis kering seperti roti dan susu UHT, dilakukan saat jam pulang sekolah atau mendekati waktu berbuka puasa.
Dengan begitu, asupan gizi tetap tersalurkan tanpa menimbulkan dilema di lingkungan sekolah.