Polemik MBG di Bulan Ramadhan: Antara Gizi Anak dan Pendidikan Karakter, Mana Prioritasnya?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 20 Februari 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi Protes wali murid Pati soal pembagian MBG siang hari (Pinterest @no_brand)
Ilustrasi Protes wali murid Pati soal pembagian MBG siang hari (Pinterest @no_brand)

Menurutnya, perubahan waktu distribusi bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan upaya menyelaraskan kebijakan sosial dengan suasana religius masyarakat.

Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembiasaan karakter yang membutuhkan dukungan lingkungan, termasuk kebijakan sekolah.

Usulan ini dinilai sebagai solusi kompromi: gizi tetap terpenuhi, sementara nilai ibadah dan konsistensi puasa tetap terjaga.

Orang tua berharap evaluasi teknis dapat dilakukan tanpa mengurangi esensi program.

Baca Juga: Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Nunukan Kalimantan Utara, Diduga Terkendala Cuaca Buruk

Alasan Pemerintah: Konsistensi Logistik

Menanggapi protes tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, memastikan bahwa program tetap berjalan selama Ramadhan.

Menu telah disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih tahan lama dan dapat dikonsumsi saat berbuka.

Terkait waktu distribusi yang masih dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB, pemerintah daerah beralasan bahwa jadwal tersebut berkaitan erat dengan sistem logistik yang telah tersusun rapi.

Perubahan mendadak dikhawatirkan mengganggu alur pengiriman dari dapur layanan ke sekolah-sekolah.

Di sisi lain, satu dapur layanan MBG di wilayah Margorejo atau Rondole masih dihentikan sementara.

Penutupan ini menunggu hasil uji laboratorium atas dugaan kasus keracunan sebelumnya, yang hingga kini hasil resminya belum diumumkan meski sampel telah diperiksa sejak sepuluh hari lalu.

Baca Juga: Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Ada Apa di Balik Sikap Tegas Takhta Suci?

Antara Niat Baik dan Sensitivitas Sosial

Polemik pembagian MBG di siang hari saat Ramadhan menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak hanya soal niat baik dan sistem yang rapi, tetapi juga tentang kepekaan membaca konteks sosial dan spiritual masyarakat, karena di tengah semangat memenuhi kebutuhan gizi anak bangsa, ada dimensi pendidikan karakter dan nilai religius yang juga ingin dijaga oleh para orang tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X