Yang menggetarkan, jasad Abu Thalhah tetap utuh selama waktu tersebut, seakan ia hanya tertidur lelap.
Peristiwa ini dikenang sebagai salah satu bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang taat.
Rajin berpuasa, gemar bersedekah, dan tak lelah berjihad menjadi rangkaian amal yang mengantar namanya harum hingga kini.
Kisah Abu Thalhah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagi siapa saja yang ingin menata hidup dengan amal terbaik.
Sebab mungkin kita tak mampu menyamai perjuangannya, tetapi kita selalu punya kesempatan untuk meneladani semangatnya.
Menjaga puasa setelah Ramadan, mengendalikan nafsu makan dan ego, serta mengutamakan orang lain, karena yang kita bawa pulang bukan harta, melainkan jejak ketakwaan.***