nasional

Mengapa 1 Ramadhan Muhammadiyah Hari Rabu 18 Februari 2026?  

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:28 WIB
Mengapa 1 Ramadhan Muhammadiyah Hari Rabu 18 Februari 2026?   (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)

Berdasarkan hasil kajian astronomi, wilayah seperti Alaska dan beberapa kawasan lain di Amerika Utara sudah memenuhi parameter ini sebelum batas waktu tertentu secara global.

Karena itu, Muhammadiyah menetapkan bulan Syaban hanya berlangsung 29 hari, dan Ramadhan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga: Link Poster Ramadhan 1447 H Gratis, Siap Download untuk Sekolah, Masjid, dan Media Sosial 

Kenapa Pemerintah Bisa Berbeda?

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan metode kombinasi hisab dan rukyatul hilal, yaitu perhitungan astronomi dan pengamatan langsung bulan sabit.

Pengamatan hilal dilakukan di 96 titik di seluruh Indonesia. Namun, berdasarkan data astronomi, posisi hilal di Indonesia pada tanggal itu diperkirakan masih berada di bawah ufuk.

Ketinggian hilal berkisar antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat. Sudut elongasi juga masih di bawah standar minimal yang ditetapkan, yaitu 6,4 derajat.

Karena hilal kemungkinan besar tidak terlihat, pemerintah berpotensi menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga: Ulasan Lirik Lagu Marhaban Ya Ramadhan Haddad Alwi: Syair Syukur Menyambut Bulan Suci

Perbedaan Metode Jadi Penyebab Utama

Perbedaan awal puasa antara Muhammadiyah dan pemerintah bukan hal baru. Ini terjadi karena perbedaan metode yang digunakan.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab global yang berfokus pada perhitungan astronomi secara internasional.

Sementara pemerintah menggunakan metode imkan rukyat, yaitu gabungan antara perhitungan dan pengamatan hilal di wilayah Indonesia.

Keduanya memiliki dasar ilmiah dan syariat yang kuat. Perbedaan ini merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang sudah berlangsung lama.

Baca Juga: Daftar Penyakit yang Tidak Dianjurkan Puasa Ramadhan, Jangan Dipaksakan Jika Alami Kondisi Ini

Halaman:

Tags

Terkini