TITIKTEMU.CO - Setelah ramai perbincangan terkait guru honorer yang memprotes upah dinilai lebih kecil dibandingkan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini sorotan publik kembali tertuju pada gaji guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sejumlah video yang beredar di TikTok dan Instagram memperlihatkan para guru PAUD secara terbuka mengungkap besaran gaji yang mereka terima pada tahun 2026. Video tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan menuai beragam reaksi.
Salah satu video diunggah oleh akun TikTok @AndepiPaud pada Selasa, 20 Januari 2026. Dalam unggahan itu, pemilik akun mengajak publik menyimak fakta mengenai penghasilan guru PAUD.
“Masih nggak percaya gaji guru PAUD? Nih simak,” ucapnya dalam video.
Baca Juga: Cara Kemensos Menjaring Siswa Sekolah Rakyat, Tak Hanya Andalkan Data DTSEN
Gaji Guru PAUD Bervariasi, Tak Lebih dari Rp500 Ribu
Dalam tayangan tersebut, beberapa guru PAUD tampak berdiri berjajar dan secara bergantian menyebutkan nominal gaji yang diterima. Meski jumlahnya berbeda-beda, seluruh penghasilan yang disebutkan tidak ada yang melebihi Rp500 ribu.
Guru pertama menyebut gaji sebesar Rp300 ribu, disusul guru lainnya dengan gaji Rp160 ribu, Rp250 ribu, Rp200 ribu, hingga ada yang hanya menerima Rp100 ribu per bulan.
Sudah Mengajar Belasan Tahun, Gaji Tetap Minim
Tak hanya satu video, akun yang sama juga mengunggah video lain pada Sabtu, 17 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut terungkap fakta yang lebih memprihatinkan, di mana sejumlah guru PAUD telah mengabdi selama lebih dari satu dekade.
Salah satu guru mengaku telah mengajar selama 16 tahun, namun pada 2026 hanya menerima gaji Rp200 ribu. Sementara tiga guru lainnya yang telah mengajar selama 10 hingga 11 tahun mengungkapkan bahwa gaji mereka hanya Rp100 ribu per bulan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Ungkap Masalah Kesehatan Anak Miskin, Hampir Seluruh Siswa Tak Pernah Sikat Gigi
Warganet Bereaksi, Banyak yang Membenarkan
Video yang telah ditonton lebih dari 300 ribu kali ini memicu perbincangan luas di kolom komentar. Sebagian warganet mempertanyakan keakuratan data tersebut, namun tak sedikit pula yang mengaku mengalami kondisi serupa.