Langkah ini semata-mata untuk kebutuhan pendataan dan evaluasi layanan, bukan untuk menarik biaya perjalanan.
Baca Juga: Bumi Gayo Bergejolak, Burni Telong Masuk Siaga III: Alam Kirim Sinyal Serius
Merayakan Tahun Baru dengan Rasa Aman
Pramono menyampaikan bahwa kebijakan ini bukan sekadar soal transportasi, tetapi juga pesan kebahagiaan.
Pemerintah ingin warga Jakarta menikmati malam pergantian tahun tanpa beban, sekaligus mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama saat menuju lokasi perayaan.
Delapan Titik Perayaan, Lalu Lintas Diatur Ketat
Pemprov DKI Jakarta menetapkan delapan titik perayaan Tahun Baru 2026, dengan pusat kegiatan berada di Bundaran Hotel Indonesia.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Rangkul Keragaman, Rawat Harapan”.
Lokasi lain yang masuk daftar antara lain Lapangan Banteng, MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan BEI/SCBD, hingga FX Sudirman.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga akan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional. Sebanyak 33 ruas jalan disiapkan untuk penutupan dan pengalihan arus sesuai kondisi lapangan.
Di sekitar Bundaran HI, tidak disediakan kantong parkir guna mencegah penumpukan kendaraan.
Jakarta Mengajak Warganya Beralih ke Transportasi Umum
Dengan konektivitas transportasi publik yang semakin luas, Pemprov DKI berharap masyarakat semakin percaya meninggalkan kendaraan pribadi.
Perayaan Tahun Baru pun diharapkan berjalan lebih tertib, nyaman, dan penuh suka cita.***