Krisis Sampah yang Tak Pernah Benar-Benar Usai
Ketua BEM UMJ, Muhammad Iqbal Ramdhani, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kejenuhan.
Menurutnya, persoalan sampah di Tangsel bukan cerita baru, tapi masalah lama yang terus berulang.
Penutupan TPA Cipeucang oleh warga menjadi titik kritis.
Sejak itu, sampah menumpuk di berbagai wilayah, terutama Ciputat.
Iqbal menyebut kondisi ini sebagai bukti lemahnya antisipasi pemerintah daerah.
Masalah dibiarkan hingga akhirnya meledak.
Baca Juga: 2.044 KK di TPA Cipeucang Terima Kompensasi Rp250 Ribu per Bulan Mulai 2026
Mahasiswa Menuntut Solusi, Bukan Janji
Bagi BEM UMJ, kritik ini bukan sekadar aksi seremonial.
Mereka membawa daftar tuntutan yang jelas dan terukur.
Mulai dari pengangkutan sampah yang rutin dan menyeluruh, hingga evaluasi total sistem pengelolaan sampah.
Mahasiswa juga menyoroti perlunya transparansi kinerja Dinas Lingkungan Hidup.
Tak hanya itu, mereka mendesak Wali Kota Tangsel untuk serius mengembangkan teknologi pengolahan residu, termasuk pemanfaatan PSEL.
Area komersial pun diminta memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri.