Dengan jumlah titik yang lebih sedikit, Pemprov DKI berharap pengamanan dan pengelolaan acara bisa berjalan lebih optimal.
Konsep ini juga dinilai mampu mengurangi penumpukan massa berlebihan di banyak tempat, sekaligus memudahkan pengaturan lalu lintas dan aktivitas publik.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Villa Murah di Lembang untuk Libur Nata dan Tahun Baru 2026
D’Masiv Mengiringi Detik-Detik Pergantian Tahun
Sebagai pengisi utama di Bundaran HI, grup band D’Masiv dipastikan tampil menemani warga Jakarta memasuki tahun 2026.
Menariknya, Pemprov DKI secara khusus meminta lagu “Jangan Menyerah” dibawakan tepat saat pergantian tahun.
Menurut Pramono, pemilihan lagu tersebut bukan tanpa alasan. Pesan optimisme dan keteguhan dianggap relevan dengan kondisi sosial yang sedang dihadapi masyarakat.
Tanpa Kembang Api, Diganti Pesan Empati
Perayaan Tahun Baru kali ini juga akan tampil berbeda. Pemprov DKI memutuskan untuk tidak menggunakan kembang api, baik di Bundaran HI maupun di seluruh rangkaian acara resmi lainnya.
Sebagai gantinya, warga akan disuguhi pertunjukan video mapping berbasis drone yang membawa pesan empati, khususnya untuk masyarakat di Sumatera.
Pendekatan ini diharapkan menghadirkan nuansa reflektif tanpa kehilangan kesan spektakuler.
Doa Bersama Lintas Agama Jadi Penutup Makna
Tak hanya hiburan visual dan musik, perayaan di Bundaran HI juga akan diisi dengan doa bersama lintas agama.
Para pemuka agama dari berbagai keyakinan akan hadir, menegaskan bahwa perayaan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan.
Pramono menegaskan, doa bersama tersebut menjadi simbol bahwa apa pun yang terjadi di negeri ini menyangkut semua pihak, tanpa sekat agama maupun latar belakang.