TITIKTEMU.CO - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih merayakan pergantian Tahun Baru 2026 dengan konsep yang lebih terfokus.
Dari rencana awal 14 lokasi, kini hanya delapan titik yang ditetapkan sebagai pusat perayaan di Ibu Kota.
Keputusan ini diambil dengan tetap menjaga lokasi-lokasi yang sudah menjadi bagian dari tradisi warga Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, penyederhanaan jumlah titik dilakukan agar perayaan berjalan lebih tertib dan bermakna.
Beberapa lokasi yang sebelumnya masuk daftar akhirnya dicoret, termasuk kawasan Monumen Nasional (Monas).
Baca Juga: Janur Ireng Tayang Hari Ini 24 Desember, Prekuel dari Film Horor Sewu Dino
Bundaran HI Jadi Pusat Perayaan Utama
Dari delapan titik yang dipilih, Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai episentrum perayaan.
Di lokasi inilah jajaran pimpinan Pemprov DKI Jakarta akan hadir langsung menyapa warga.
Pramono memastikan, momen pergantian tahun akan dipusatkan di Bundaran HI dengan kehadiran Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Sekretaris Daerah.
Lokasi ini dianggap paling representatif sekaligus ikonik untuk menyatukan masyarakat Jakarta dalam satu perayaan bersama.
Baca Juga: UMP DIY 2026 Naik, Pekerja Terima Upah Minimum Rp2,41 Juta
Delapan Lokasi, Lebih Terkendali
Selain Bundaran HI, tujuh titik lainnya yang disiapkan meliputi Lapangan Banteng, kawasan MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD, serta FX Sudirman.