TITIKTEMU.CO - Hampir tiga pekan pascabanjir bandang di sejumlah wilayah di Aceh, jeritan warga semakin nyaring terdengar. Salah satunya karena penyaluran bantuan yang dinilai lambat.
Warga di sejumlah daerah seperti Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga sepanjang jalan nasional Banda Aceh–Medan mengibarkan bendera putih. Aksi menjadi simbol keputusasaan karena merasa ditinggalkan
Bantuan dinilai lambat, sementara kebutuhan dasar sudah menipis, tidak ada tempat tinggal, dan penderitaan seperti tidak kunjung berakhir. Aksi ini beredar viral di media sosial dan menjadi sorotan.
Baca Juga: Akses Terputus, Warga Korban Banjir Bandang Aceh Tempuh Jalan Ekstrem Demi Dapatkan Bantuan
Banjir yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 belum sepenuhnya tertangani. Hingga pertengahan Desember, air memang mulai surut di beberapa wilayah, namun dampaknya masih sangat besar.
Rumah-rumah rusak, gagal panen, akses ekonomi lumpuh, dan ribuan warga harus bertahan dalam kondisi serba kekurangan. Banyak warga mengaku kehabisan stok makanan dan tidak berpenghasilan.
Bendera putih yang dikibarkan sebagai bentuk protes damai terhadap penanganan bencana yang dianggap lambat. Warga berharap pemerintah, mempercepat distribusi bantuan.
“Kami sudah bertahan lama. Makanan makin sulit, bantuan tidak merata. Bendera putih ini tanda kami benar-benar butuh pertolongan,” ujar salah satu warga Aceh Timur dalam video yang beredar luas.
Baca Juga: 80 Ton Bantuan Logistik di Wilayah Tengah Aceh Hilang?
Bantuan Dinilai Tidak Merata
Keluhan warga paling utama adalah lambatnya bantuan, serta distribusi yang tidak merata. Di beberapa desa, bantuan datang, namun jumlahnya terbatas dan tidak berkelanjutan.
Sementara di wilayah lain, warga mengaku malah belum tersentuh bantuan sama sekali meski banjir sudah berlangsung berminggu-minggu.
Kondisi ini memicu frustrasi. Banyak warga terpaksa bergantung pada dapur darurat swadaya atau bantuan dari relawan lokal.
Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak, terutama karena keterbatasan makanan bergizi dan layanan kesehatan.