Ia menyebut, minimnya informasi yang valid berpotensi memengaruhi pengambilan sikap di tingkat pimpinan, termasuk pernyataan yang terkesan meremehkan kondisi bencana.
Pernyataan Kepala BNPB Sempat Tuai Kontroversi
Pernyataan Suharyanto tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait dampak banjir di Sumatera pada 28 November 2025.
Baca Juga: Komedian David Nurbianto Keluhkan Sampah Menumpuk di Ciputat, Soroti Kinerja Pemkot Tangsel
Saat itu, ia menyampaikan bahwa kondisi lapangan tidak sepenuhnya seburuk yang digambarkan di media sosial, dengan menyebut sebagian wilayah sudah tidak diguyur hujan dan situasi mulai membaik, kecuali di beberapa daerah seperti Tapanuli Tengah.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Namun, pernyataan tersebut kemudian menuai kritik publik dan akhirnya ditarik. Suharyanto pun menyampaikan permohonan maaf setelah melihat langsung dampak banjir di wilayah yang terdampak parah.
Dalam kunjungannya ke Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 30 November 2025, ia mengakui bahwa kondisi di lapangan jauh lebih berat dari perkiraannya dan menyampaikan penyesalan atas pernyataan sebelumnya.***