nasional

Purbaya Soroti Dana Mengendap Rp1.000 Triliun: Mesin Moneter Belum Jalan, Ekonomi Melambat?

Minggu, 30 November 2025 | 11:15 WIB
Menkeu Purbaya sebut kenaikan gaji PNS 2026 masih dalam tahap assesmen. (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia belum bergerak seagresif yang diinginkan.)

TITIKTEMU.CO - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia belum bergerak seagresif yang diinginkan.

Menurutnya, salah satu faktor utama adalah mesin moneter yang belum berfungsi optimal untuk mendorong perputaran uang di masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Kamis, 28 November 2025, saat menjelaskan strategi pemerintah membalikkan penurunan likuiditas yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?

Dana Rp1.000 Triliun Mengendap di Bank Sentral

Purbaya menyoroti besarnya dana perbankan yang diserap oleh instrumen bank sentral.

“Bank sentral masih memegang uang yang sangat besar, sekitar Rp1.000 triliun. Kalau bisa didorong keluar sedikit saja, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi itu sebagai mesin besar yang belum diketuk agar ikut bergerak selaras dengan kebijakan fiskal pemerintah.

Baca Juga: Rekening Masih Diblokir Usai Bebas, Kisah Ira Puspadewi Hidup dengan Rp1,2 Juta dan Bantuan Teman

Dorongan Moneter Dinilai Belum Kuat

Meskipun ada tanda-tanda likuiditas yang mulai membaik, Purbaya menilai dukungan dari sisi moneter masih belum terasa.

Dana perbankan yang “parkir” di BI membuat penyaluran ke sektor riil tidak maksimal, padahal kredit yang menganggur menjadi tanda likuiditas domestik sebenarnya cukup longgar.

“Selama ini beban pemulihan lebih banyak ditopang oleh kebijakan fiskal,” jelasnya.

Menurutnya, bank sentral masih memiliki ruang untuk mendorong likuiditas tanpa memicu inflasi berlebihan.

Halaman:

Tags

Terkini