- Peralatan darurat dari PLN
- Perangkat untuk mengaktifkan BTS komunikasi
- Sembako dan kebutuhan harian
“Bantuan dari PLN ini termasuk BTS darurat, lalu bahan pokok juga kami kirimkan,” ujar Muzafar.
Peralatan itu sangat penting untuk mempercepat pemulihan jaringan komunikasi, terutama di daerah yang sempat putus total setelah bencana.
Baca Juga: Skema UMP 2026 Direvolusi: Presiden Setuju, Kenaikan Tak Lagi Satu Angka untuk Semua Daerah!
TNI Kirimkan Tenaga Medis ke Daerah Terpencil
Selain bantuan logistik, pengiriman tenaga medis juga menjadi prioritas besar dalam operasi ini.
Dokter dan perawat dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) diterbangkan menggunakan helikopter ke titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.
“Tenaga medis RSPAD sudah kita berangkatkan ke wilayah terisolasi karena layanan kesehatan di sana sangat terbatas,” kata Muzafar.
Kehadiran tim medis sangat krusial untuk menangani korban luka, memberikan pendampingan kesehatan, dan membantu kelompok rentan seperti anak-anak serta lansia di lokasi pengungsian.
Operasi Udara Terus Diperluas
Hingga Sabtu malam, operasi udara masih diperluas demi memastikan seluruh bantuan dapat sampai ke masyarakat secepat mungkin.
Meskipun cuaca masih tidak menentu, TNI menegaskan bahwa pengiriman tetap berlanjut dengan memperhitungkan jalur paling aman.
Marsda Muzafar memastikan semua unsur gabungan—TNI, Basarnas, PLN, dan instansi lainnya—bergerak terpadu di bawah koordinasi satuan penanganan bencana nasional.
Operasi bantuan lewat udara yang dilakukan TNI menunjukkan komitmen percepatan penanganan bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
Dengan puluhan ribu ton bantuan yang telah diterbangkan, prioritas pada wilayah terisolasi, serta dukungan medis dan teknis, aparat memastikan warga terdampak tetap mendapat bantuan cepat di tengah cuaca ekstrem dan infrastruktur yang lumpuh.
Upaya serempak lintas lembaga terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.***