“Orang kehilangan ayam, lapor malah kehilangan kambing. Itu sudah jadi cerita umum, dan bukan hanya setahun–dua tahun, tapi puluhan tahun,” tambahnya.
Baca Juga: Skema UMP 2026 Direvolusi: Presiden Setuju, Kenaikan Tak Lagi Satu Angka untuk Semua Daerah!
Motif Pembentukan Tim Internal: Gengsi dan Redam Kritik?
Ray menduga pembentukan tim reformasi internal dilakukan untuk menyelamatkan citra Kapolri Listyo Sigit di akhir masa jabatannya.
“Pak Listyo ingin menunjukkan bahwa ia paham persoalan reformasi. Ini semacam upaya menyelamatkan wajah,” ujarnya.
Selain itu, Ray menilai langkah tersebut juga bisa menjadi strategi untuk meredam gelombang kritik publik setelah demonstrasi besar pada Agustus 2025 yang menuntut perubahan Polri secara sistemik.
Reformasi Polri Dinilai Harus Dimulai dari Mengganti Kapolri
Menurut Ray, reformasi Polri yang sejati hanya dapat dilakukan jika Kapolri saat ini diganti.
“Reformasi Polri itu harus dimulai dengan mengganti Kapolrinya. Sudah empat bahkan hampir lima tahun menjabat, waktunya diganti,” tegas Ray.
Ia menyebut bahwa langkah pertama komisi reformasi yang dibentuk Presiden haruslah evaluasi dan pergantian pimpinan Polri.
Listyo Sigit diketahui dilantik pada 27 Januari 2021 di era Presiden Jokowi.
Dua Tim Reformasi, Dua Kepentingan Berbeda?
Terdapat dua tim reformasi yang dibentuk dalam waktu berdekatan:
1. Tim Reformasi Internal Polri
Dibentuk pada 17 September 2025