nasional

Jokowi Bongkar Fakta: Mengaku Tak Pernah Resmikan Bandara IMIP, Polemik Kian Melebar

Sabtu, 29 November 2025 | 13:55 WIB
Jokowi Tegaskan Tidak Pernah Meresmikan Bandara IMIP (Kolase tangkapan layar dari kompas tv dan Instagram )

Kasus pertambangan ilegal di Bangka menjadi salah satu contoh yang ia angkat.

“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik,” tegas Sjafrie.

Baca Juga: PDB 2025 Masih Lesu? Dolfie Kritik Sektor Usaha dan Tantang Purbaya Perbaiki Strategi Ekonomi

Bandara IMIP Ternyata Resmi Terdaftar di Kemenhub

Penelusuran terhadap data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa Bandara IMIP Morowali memiliki izin resmi, terdaftar sebagai bandara khusus domestik.

Bandara ini beroperasi dengan:

  • Kode ICAO: WAMP
  • Kode IATA: MWS

Dedy Kurniawan, Head of Media Relations PT IMIP, menegaskan bahwa seluruh operasional bandara berjalan sesuai regulasi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.

“Bandara IMIP itu resmi terdaftar di Kemenhub. Operasionalnya diawasi rutin. Silakan cek langsung di situs Kemenhub,” ujar Dedy.

IMIP menekankan bahwa bandara tersebut tunduk pada aturan domestik, legal secara administratif, serta melayani pergerakan penumpang dan pesawat industri sesuai ketentuan.

Jokowi Jadi Pusat Sorotan, Padahal IMIP Bukan Proyek Pemerintah

Pernyataan Jokowi mempertegas bahwa Bandara IMIP bukan proyek pemerintah dan tidak terkait dengan agenda peresmian dirinya sebagai presiden.

Namun, polemik yang berkembang di publik seolah menarik isu tersebut kepada Jokowi.

Di tengah dinamika kritik dari Menhan dan diskusi yang berkembang, mantan presiden itu menegaskan agar tidak ada pihak yang mengaitkan hal-hal negatif tanpa dasar.

Kontroversi Bandara IMIP menunjukkan bagaimana isu legalitas fasilitas industri dapat berkembang menjadi debat nasional, terlebih ketika melibatkan tokoh-tokoh besar.

Jokowi yang membantah tegas keterlibatannya, Sjafrie yang menyorot risiko kedaulatan, serta IMIP yang menyatakan bandara mereka legal, menghadirkan tiga perspektif berbeda dalam satu polemik.

Halaman:

Tags

Terkini