TITIKTEMU.CO – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan perombakan jajaran direksi dengan mengganti Direktur Utama Asdo Artriviyanto dan menunjuk Mochamad Purnomosidi sebagai pucuk pimpinan baru per Kamis (27/11). Pergantian ini berlangsung di tengah ramainya kasus viral penumpang KRL yang kehilangan tumbler Tuku.
“Alhamdulillah, mulai hari ini saya diberi amanah untuk memimpin KCI sebagai Direktur Utama,” ujar Purnomosidi, pada Kamis (27/11).
Namun, VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, menegaskan perubahan direksi tersebut tidak ada kaitannya dengan persoalan tumbler yang sedang menjadi perbincangan publik. Ia menjelaskan, rotasi pimpinan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi yang rutin dilakukan perusahaan.
“Tidak ada hubungannya dengan kehilangan tumbler. Ini murni rotasi rutin,” jelas Karina.
Sebelumnya, Purnomosidi menjabat sebagai Executive Vice President LRT Jabodebek. Dengan perpindahan ini, posisi pimpinan tertinggi di LRT Jabodebek kini kosong, dan pihak terkait telah membenarkan kondisi tersebut.
Kasus Tumbler Hilang Masih Diselidiki
Sebelumnya, seorang penumpang KRL mengaku kehilangan tumbler miliknya sehingga viral di media sosial. Isu itu semakin memanas setelah muncul kabar bahwa seorang petugas KRL diberhentikan akibat kasus tersebut. Banyak warganet menyuarakan dukungan bagi petugas yang disebut telah beritikad baik mengganti tumbler tersebut.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Minta 1 Tahun Benahi Bea Cukai, Ancaman Pembekuan DJBC Jika Reformasi Gagal
Menanggapi isu tersebut, Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa perusahaan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan fakta kejadian.
Ia menolak anggapan bahwa KAI Commuter melakukan pemecatan staf terkait, karena perusahaan memiliki prosedur kepegawaian yang jelas dan tetap mengikuti ketentuan ketenagakerjaan.
“Sebagai langkah awal, kami sudah berkoordinasi dengan mitra penyedia petugas front liner,” kata Karina dalam keterangan resmi.
Baca Juga: KPK Beberkan Progres Pembebasan Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Usai Dapat Rehabilitasi Presiden
Karina kembali menegaskan bahwa tidak ada pemberhentian terhadap petugas KRL sebagaimana yang ramai diberitakan di dunia maya.