“OMC sudah bisa diterbangkan, tujuannya untuk membawa curah hujan ke lautan,” jelas Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.
Ia menambahkan bahwa kewaspadaan tetap tinggi mengingat adanya aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
“Kita mengantisipasi siklon Koko yang berada di utara. Mudah-mudahan tidak masuk ke daratan,” ujarnya.
Baca Juga: Drama Tumbler KRL yang Viral: Permintaan Maaf, Klarifikasi, dan Fakta di Baliknya
Koordinasi Lintas Lembaga Diperkuat untuk Respons Maksimal
Langkah tanggap darurat kali ini melibatkan kerja sama besar berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, BNPB, Basarnas, Kemensos, serta pemerintah daerah.
Presiden disebut memberikan mandat agar semua pihak bergerak cepat dan tidak menunggu instruksi tambahan, mengingat kondisi bencana di sejumlah titik terus berubah dan berpotensi memburuk.
Dengan tambahan logistik, pemulihan jaringan komunikasi, hingga operasi modifikasi cuaca yang berjalan paralel, pemerintah berharap fase darurat dapat ditangani lebih efektif.
Masalah akses jalan putus, listrik padam, dan hambatan distribusi bantuan masih menjadi sorotan tim gabungan.
Semua pihak kini berupaya mempercepat pemulihan agar wilayah terdampak bisa kembali stabil.
Melalui pengerahan pesawat Hercules, bantuan logistik besar-besaran, dan operasi modifikasi cuaca yang berjalan serentak, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menangani bencana di Sumatera.
Dengan koordinasi lintas lembaga yang diperkuat, diharapkan proses pemulihan berjalan lebih cepat meski tantangan seperti akses terputus dan jaringan komunikasi yang terganggu masih perlu diperjuangkan.
Masyarakat kini berharap setiap langkah darurat ini dapat segera membawa kondisi kembali terkendali.***