nasional

Guncang PBNU: Pecatnya Gus Yahya, Skandal Zionis, dan Pertarungan Wewenang yang Membara

Rabu, 26 November 2025 | 22:50 WIB
Menyoroti pemecatan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya usai terjerat skandal undangan narasumber yang terkait dengan jaringan zionisme. (Instagram.com/@yahyacholilstafuq)

Sorotan Skandal Undangan Narasumber Zionis

Keputusan Rapat Harian Syuriyah yang digelar 23 November 2025 menilai bahwa mengundang narasumber yang memiliki afiliasi Zionisme adalah kesalahan fatal.

Baca Juga: Melangkah dari Serpong ke Ankara: Perjalanan Atha Sang Pemburu 21 LoA hingga Raih Beasiswa Dokter di Turki

Menurut mereka, tindakan itu bukan hanya melukai identitas PBNU, tapi juga berpotensi merusak kredibilitas organisasi dalam percaturan global.

Rapat tersebut menilai kejadian itu melanggar Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13/2025 tentang pemberhentian fungsionaris.

Tak hanya itu, aspek tata kelola keuangan juga ikut menjadi sorotan, karena ditemukan indikasi pelanggaran yang dapat membahayakan status hukum PBNU.

Kisruh ini akhirnya menjadi dalih formal untuk memberhentikan Gus Yahya demi menjaga marwah organisasi.

Baca Juga: Langit Indonesia Diatur Ulang: DPR Ketuk Palu UU Ruang Udara di Paripurna ke-9

Gus Yahya Angkat Suara: Ada Ketidakadilan Proses

Menanggapi keputusan Syuriyah, Gus Yahya sebelumnya menyebut dirinya tidak diberi ruang untuk memberikan klarifikasi.

Ia menilai keputusan rapat diambil secara sepihak tanpa proses pembuktian yang objektif.

“Harus dibuktikan secara benar dan terbuka. Saya pun berhak memberikan klarifikasi sebelum ada putusan,” ujar Gus Yahya pada 23 November 2025.

Ia juga menilai bahwa rekonsiliasi internal harus segera dilakukan agar dinamika internal PBNU tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Suara Gus Ipul: “Ini Dinamika Organisasi”

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa polemik ini adalah hal yang wajar dalam perjalanan organisasi besar.

Halaman:

Tags

Terkini