Dia mengungkapkan awan panas guguran terpantau bergerak ke arah tenggara–selatan, sehingga lokasi perkemahan dinilai tetap aman untuk sementara waktu.
Meski begitu, perjalanan turun pada malam hari dinilai terlalu berisiko. Jalur yang licin, minim penerangan, serta potensi longsor membuat pendaki diminta tetap bertahan di Ranu Kumbolo semalam.
Rencananya, seluruh pendaki akan melakukan perjalanan turun menuju Ranupani pada Kamis pagi pukul 08.00 WIB.
“Kami terus berkoordinasi dengan para pemandu dari PPGST. Hingga kini seluruh pendaki dalam kondisi aman dan terkendali,” kata Endrip.
Baca Juga: Tuai Kontroversi Publik? Ini Kronologi Penemuan Ladang Ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
178 Pendaki Masih Bertahan di Ranu Kumbolo
Menurut Kepala Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani, terdapat 178 orang yang masih berada di Ranu Kumbolo. Mereka terdiri atas 137 pendaki, satu petugas, dua saver, tujuh pemandu PPGST, 15 porter, serta enam orang dari Kementerian Pariwisata.
PPGST juga menegaskan evakuasi pada malam hari tidak direkomendasikan. Mereka menilai situasi masih fluktuatif, dan perjalanan malam justru bisa menimbulkan risiko lebih besar.
Meski demikian, seluruh pendaki diminta tetap bersiap jika sewaktu-waktu harus turun lebih cepat apabila kondisi berubah.
Akses Jalan Malang–Lumajang Ditutup Total
Tidak hanya jalur pendakian, akses transportasi darat juga terkena dampak. Satuan Lalu Lintas Polres Malang resmi menutup akses utama Malang–Lumajang via Kecamatan Ampelgading untuk semua kendaraan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena jalur tersebut berada pada zona yang dinilai tidak aman akibat erupsi Semeru.
“Akses dari arah Lumajang sudah ditutup oleh polsek setempat, dan dari sisi Malang kami juga melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Pengendara yang ingin menuju Lumajang dari Malang diminta menggunakan jalur alternatif Malang–Pasuruan–Probolinggo. Selain penyekatan, aparat juga ditempatkan di berbagai titik strategis untuk mengarahkan lalu lintas.