Dengan temuan terbaru ini, jumlah warga yang masih hilang berkurang menjadi 12 orang. Menurut Tim SAR, masih banyak korban tertimbun karena area terdampak sangat luas dengan timbunan tanah antara 2- 8 meter.
Baca Juga: 211 Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis: BGN Ungkap Data, Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Kelola
Dikerahkan 520 Personel, 7 Eskavator, dan 19 Anjing Pelacak
Operasi pencarian yang mulai digelar sejak Kamis melibatkan Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan bergerak mulai pukul 07.30 WIB setiap harinya.
Untuk mempercepat proses evakuasi, tim membagi area pencarian ke dalam lima sektor. Penambahan alat berat menjadi langkah krusial karena ketebalan material tidak memungkinkan pencarian manual.
Tim Gabungan menggunakan 7 eskavator untuk menggali titik-titik prioritas, 10 alat berat tambahan di area longsor, serta 19 anjing pelacak untuk membantu menemukan lokasi korban.
Baca Juga: Longsor Cilacap Timbun 16 Rumah, 21 Warga Dilaporkan Hilang dan 2 Meninggal Dunia
Cuaca Jadi Tantangan Utama
Cuaca mendung dan hujan yang diperkirakan masih mengguyur Kecamatan Majenang hingga Minggu (16/11/2025) menjadi tantangan besar. Hujan tidak hanya menghambat proses pencarian, tapi juga membahayakan tim SAR.
Karena itu, tim gabungan bekerja dengan protokol keselamatan ketat, menyesuaikan waktu operasi terhadap kondisi cuaca. Fokus utama adalah menyisir sektor dengan potensi korban tertinggi.
Upaya pencarian diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, mengingat luas area terdampak mencapai 6,5 hektar dan kedalaman longsoran hingga 10 meter. Meski medan berat dan cuaca tidak menentu, tim di lapangan tetap optimis.***