KGPH Hangabehi, didukung Lembaga Dewan Adat serta sejumlah sentono dan kerabat dalem.
Kedua kubu memiliki dasar klaim, baik dilihat dari garis keturunan maupun adat suksesi. Keraton Solo kembali berada dalam pusaran dualisme, melanjutkan polemik panjang yang sudah muncul sejak awal 2000-an.***