nasional

Tamparan di Dapur Gizi: Ketika Emosi Pejabat Menguji Batas Kemanusiaan

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:49 WIB
Tangkapan layar saat Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya memukul Kepala SPPG Desa Sagoe. (Instagram/rencongdaily)

“Semua penanganan harus transparan, dan korban berhak atas pendampingan penuh,” ujarnya.

Baca Juga: Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis: Strategi Baru Prabowo Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional

Kunjungan Mendadak yang Berujung Insiden

Berdasarkan laporan Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, kejadian berawal dari kunjungan mendadak Hasan Basri ke dapur MBG tanpa pemberitahuan resmi.

Dalam kunjungan itu, ia dikabarkan sempat meninggikan suara, mengeluarkan ancaman, dan memukul Kepala SPPG di depan petugas lainnya.

Ketegangan baru mereda setelah asisten pribadi Hasan turun tangan menenangkan situasi.

Korban bersama relawan kemudian melaporkan kejadian itu kepada Bupati Pidie Jaya, yang menyarankan agar kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum bila dianggap merugikan pihak korban.

Baca Juga: Beasiswa Stipendium Hungaricum 2026: Peluang Kuliah Gratis di Hungaria Tanpa Batas Usia dan IPK

Antara Tanggung Jawab dan Keteladanan

Insiden ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana pejabat publik seharusnya bersikap dalam tekanan kerja.

Kekuasaan memang memberi tanggung jawab besar, tetapi juga menuntut kendali emosi yang matang.

Dalam konteks pelayanan publik seperti Program Makan Bergizi Gratis, kekerasan bukan hanya melukai individu, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Karena di balik seragam dan jabatan, setiap manusia tetap butuh dihormati — terutama mereka yang bekerja untuk kemanusiaan.***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini