nasional

Trump dan Xi Bertemu di Busan: Isyarat Damai di Tengah Perang Tarif yang Membakar Dunia

Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:15 WIB
Menyoroti pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di tengah situasi perang tarif dagang. (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_)

Dalam beberapa bulan terakhir, perang tarif AS–China semakin panas.

Baca Juga: DAFTAR LENGKAP! Tanggal & Wilayah Mati Air PAM Jakarta 31 Okt–1 Nov 2025

Kedua negara saling menjatuhkan sanksi di berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi tinggi, logam tanah jarang, hingga pelayaran internasional.

China bahkan menetapkan biaya pelabuhan baru untuk kapal berbendera AS sebesar 400 yuan per tonase bersih (sekitar Rp937 ribu) dan berencana menaikkannya menjadi 1.120 yuan (Rp2,6 juta) pada tahun 2028.

Tak tinggal diam, Trump membalas dengan kenaikan tarif impor hingga 100 persen serta pembatasan ekspor perangkat lunak penting ke China.

Kebijakan balas-balasan ini menciptakan efek domino global, mengganggu rantai pasok dunia dan memicu kekhawatiran banyak negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Gugatan Cerai Sabrina Chairunnisa: Akhir Cinta 9 Tahun Bersama Deddy Corbuzier yang Tak Terduga

Dunia Usaha Indonesia Ikut Merasakan Getarannya

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai bahwa perang tarif AS–China bukan lagi sekadar persaingan ekonomi, melainkan cerminan ketidakpastian kebijakan global.

“Tarif bukan cuma soal siapa yang lebih unggul. Bahayanya justru ada pada ketidakkonsistenan kebijakan yang terus berulang,” ujar Anindya dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta, 11 Oktober 2025.

Ia menyarankan agar Indonesia mulai memperluas pasar ke kawasan Eropa, yang dinilai memiliki kebijakan lebih stabil dan ukuran pasar raksasa, mencapai 21 triliun dolar AS.

“Karena kebijakan mereka lebih konsisten, ini jadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas ekspor,” tambahnya.

Titik Terang atau Sekadar Jeda?

Pertemuan Trump dan Xi di Busan ini mungkin belum menghasilkan kesepakatan konkret, namun setidaknya membuka ruang komunikasi di tengah ketegangan global.

Bagi dunia usaha, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari pemulihan kepercayaan pasar yang sempat terguncang oleh perang tarif.

Halaman:

Tags

Terkini