Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkap fakta mengejutkan soal modus kartel internasional.
Ia menyebut para bandar kini semakin canggih dalam mengelabui aparat.
> “Sekarang ada kartel narkoba pakai kapal selam. Mereka nekat,” ungkapnya.
Hal ini menjadi sinyal bahwa perang narkoba tidak bisa dilakukan setengah hati.
Teknologi penjahat berkembang cepat, sehingga aparat juga harus lebih modern dan responsif.
Apresiasi untuk Polri: “Mereka Tidak Diam”
Prabowo memberi penghormatan kepada Polri yang berhasil memutus peredaran ratusan ton narkoba bernilai Rp29,37 triliun sepanjang setahun pemerintahannya bersama Gibran.
> “Kartel tidak akan pernah mau kalah. Tapi kalian sudah mencegah kehancuran generasi bangsa,” ujarnya memberi semangat.
Perang Narkoba Butuh Teamwork Nasional
Prabowo juga memberi pesan penting tentang kolaborasi. Ia menolak ego sektoral antar lembaga negara.
> “Polisi harus kompak, kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan. Semua satu tim, satu komando: Merah Putih,” tegasnya.
Catatan Serius: Rehabilitasi Pengguna Harus Diperbaiki
Meski keras terhadap pengedar narkoba, Prabowo menolak memberantas masalah ini dengan brutal. Ia menyinggung ada negara yang memilih “tembak di tempat,” tapi menurutnya langkah itu justru berbahaya bagi korban penyalahgunaan narkoba.
> “Anak-anak yang harusnya diselamatkan malah bisa ditembak. Kita masih pilih jalan rehabilitasi,” katanya.