nasional

Pernyataan Menag Soal Isu Kekerasan Seksual di Pesantren Tuai Kritik, Pandji Pragiwaksono Angkat Suara

Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:25 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Pandji Pragiwaksono terkait isu kekerasan seksual yang dinilai Menag Nasaruddin Umar terlalu dibesar-besarkan. (YouTube.com/PandjiPragiwaksono / Instagram.com/@kemenag_ri)

TITIKTEMU.CO - Ucapan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang menyebut isu kekerasan seksual di pesantren terlalu dibesar-besarkan menuai reaksi keras dari publik.

Menag sebelumnya mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren sebenarnya tidak banyak, namun menjadi tampak besar karena sorotan media massa dan media sosial.

Pernyataan tersebut langsung memicu kontroversi di masyarakat, terutama dari kalangan pemerhati anak dan pegiat perlindungan perempuan. Banyak yang menilai pernyataan itu tidak sensitif terhadap realitas banyaknya kasus kekerasan di lembaga pendidikan berbasis agama.

Salah satu pihak yang turut menyoroti ucapan Menag adalah komedian dan influencer Pandji Pragiwaksono melalui kanal YouTube miliknya pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Baca Juga: Apa Itu Slow Living? Intip Makna, Asal Usul, Manfaat, dan Cara Memulai Hidup Sadar di Tengah Dunia yang Serba Cepat

Pandji menilai, ucapan Menag tersebut tidak masuk akal dan terkesan menyepelekan penderitaan korban.

“Pernyataan itu membuat banyak orang kecewa. Menurut saya, tidak logis mengatakan media membesar-besarkan isu kekerasan seksual di pesantren,” ujar Pandji.

Ia mencontohkan kasus pelecehan terhadap 20 santriwati di Maros, Sulawesi Selatan, pada Desember 2024, yang menurutnya sudah cukup menggambarkan bahwa masalah ini serius dan tidak bisa dianggap kecil.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang 2024 terdapat 573 kasus kekerasan di dunia pendidikan, dan 36 persen di antaranya terjadi di lembaga berbasis agama seperti pesantren.

“Kalau satu guru bisa melecehkan puluhan santri, itu bukan kasus kecil. Jadi wajar publik menyorotinya,” imbuh Pandji.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, 1.800 Warga Terdampak: BPBD Sebut Salah Satu yang Terbesar Tahun Ini

Menag: Jangan Nilai Negatif Pesantren karena Ulah Oknum

Dalam tanggapannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan agar masyarakat tidak menilai pesantren secara negatif akibat beberapa kasus oknum.

Ia menilai pesantren telah berjasa besar dalam mencerdaskan bangsa dan menjaga nilai-nilai keagamaan selama berabad-abad.

Halaman:

Tags

Terkini