Ia kemudian kembali menangani Tim Nasional Belanda, sebelum bergabung dengan Bayern Munich pada 2009. Di Jerman, Van Gaal sukses mempersembahkan Bundesliga, DFB Pokal, serta membawa Bayern ke final Liga Champions 2010—meski akhirnya kalah.
Namun momen paling ikonik dalam kariernya datang di Piala Dunia 2014 saat melatih Belanda. Ia membawa tim Oranje finis di posisi ketiga dunia, dengan taktik inovatif seperti pergantian kiper dramatis dalam adu penalti yang kini jadi legenda.
Baca Juga: Wahana Rainbow Slide Ambruk di Pasar Malam Ketapang, Polisi Tutup Lokasi dan Selidiki Penyebabnya
Era Manchester United: Tantangan di Liga Inggris
Pada 2014, Van Gaal ditunjuk sebagai manajer Manchester United yang sedang berusaha bangkit pasca era Sir Alex Ferguson. Ia datang dengan reputasi besar dan gaya kepemimpinan yang sangat tegas. Meski menghadapi tekanan berat, Van Gaal berhasil mempersembahkan Piala FA 2016 untuk Setan Merah.
Namun, gaya bermainnya yang dianggap terlalu kaku membuat sebagian fans tidak puas. Ia akhirnya digantikan oleh José Mourinho.
Meski begitu, warisannya masih terasa hingga kini—terutama keberaniannya memberi debut kepada pemain muda seperti Marcus Rashford, yang kemudian menjadi bintang utama MU.
Filosofi Kepemimpinan: “The Iron Tulip”
Julukan “The Iron Tulip” melekat kuat pada Van Gaal karena ketegasan dan karakternya yang perfeksionis. Ia menuntut kedisiplinan mutlak, struktur permainan yang rapi, dan komunikasi terbuka antar pemain.
Baginya, setiap pemain harus memahami taktik dan tanggung jawabnya di lapangan, bukan hanya sekadar bermain dengan insting.
Pelatih-pelatih muda seperti Pep Guardiola bahkan mengakui banyak belajar dari pendekatan Van Gaal terhadap filosofi sepak bola modern—terutama dalam hal membangun sistem tim dan pengembangan pemain muda.
Baca Juga: Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Kehidupan Pribadi dan Kondisi Terkini
Di balik karakter kerasnya di lapangan, Van Gaal dikenal sebagai sosok hangat dalam kehidupan pribadi. Ia menikah dengan Truus van Gaal, yang selalu mendampinginya di berbagai fase karier.
Beberapa tahun terakhir, Van Gaal sempat mengumumkan perjuangannya melawan kanker prostat. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, ia kini telah sembuh dan memilih hidup lebih tenang bersama keluarga di Belanda.
Meski tak lagi aktif melatih, Van Gaal masih kerap menjadi penasihat teknis atau komentator sepak bola di sejumlah media.
Rumor: Louis van Gaal dan Timnas Indonesia