TITIKTEMU.CO - Kabar mengejutkan datang dari PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang resmi menghentikan produksi alas kaki setelah lebih dari 93 tahun beroperasi di Indonesia.
Langkah drastis ini tentu memantik kekhawatiran publik, terutama soal nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya di pabrik legendaris tersebut.
Menanggapi hal ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa pihaknya akan memantau situasi secara langsung sebelum mengambil langkah lebih jauh.
“Kita monitor dulu ya,” ujarnya singkat di Jakarta, Minggu (12/10/2025).
Baca Juga: Drama UMP 2026: Janji Menaker, Tekanan Buruh, dan Putusan MK yang Jadi Titik Balik
Pemerintah Bergerak: Pantau Risiko PHK
Kemenaker kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk menilai dampak keputusan Bata terhadap ketenagakerjaan nasional.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, mengakui bahwa penutupan pabrik Bata pasti memengaruhi tenaga kerja dan rantai industri.
Namun, ia menekankan bahwa efek ini bersifat sementara dan bisa membuka peluang baru bagi investor lain untuk masuk ke sektor alas kaki.
“Kalau bicara soal tenaga kerja, tentu terganggu.
Tapi dalam dinamika industri, bisa jadi muncul ruang baru untuk ekspansi merek lain,” jelas Nurul.
Baca Juga: Drama UMP 2026: Janji Menaker, Tekanan Buruh, dan Putusan MK yang Jadi Titik Balik
Industri Sepatu Sedang Berubah Wajah
Meski terdengar suram, penutupan Bata tidak serta-merta menandakan Indonesia tidak ramah investasi.