nasional

Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang Rela Berkorban

Minggu, 5 Oktober 2025 | 19:41 WIB
Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang Rela Berkorban. (ANTARAFOTO)

TITIKTEMU.CO - Duka masih menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Diketahui gedung tiga lantai di bagian belakang ponpes itu ambruk pada Senin 29 September 2025 sore.

Seratusan lebih santri menjadi korban, 39 orang di antaranya meninggal, dan pulu8han lainnya masih dalam pencarian. Dalam musibah itu, seorang santri bernama Haikal sempat dinyatakan hilang dan terjebak di reruntuhan.

Sampai akhirnya beberapa hari kemudian video amatir penyelamatan yang viral memperlihatkan tim gabungan berhasil menemukan Haikal dalam keadaan hidup.

Baca Juga: Update Tragedi Ponpes Al Khoziny, 25 Korban Dievakuasi, Total Korban Meninggal 39 Orang   

Namun di balik tragedi yang menelan puluhan korban itu, muncul kisah luar biasa tentang keteguhan iman seorang santri bernama Haikal, dan keberanian Rafi yang rela berkorban demi teman.

Dua nama ini menjadi simbol ketulusan, iman, dan kemanusiaan di tengah musibah ambruknya bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.

Namanya Syahlendra Haikal (13). Bocah itu muncul menginspirasi banyak orang. Meski tubuhnya lemah dan terjepit puing bangunan selama dua hari, Haikal tetap menjaga imannya. Dia bahkan tak putus melantunkan dzikir Istighfar. 

Baca Juga: Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 14 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia

Dia bahkan masih mengajak Yusuf, temannya sesama korban,untuk salat berjemaah di tengah reruntuhan. Malam itu, meski hanya bisa berbaring dan sulit bergerak, Haikal tetap berusaha salat Isya.

Haikal menepuk tubuh Yusuf yang terjebak di sampingnya dan bertanya, “Siapa yang jadi imam?” Tiba-tiba terdengar suara dari arah lain memimpin bacaan salat. Haikal tidak mengenali siapa orang itu.

Di bawah kegelapan dan tumpukan puing, mereka menunaikan salat berjemaah. Sebuah momen spiritual yang menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Namun saat Subuh tiba, Yusuf yang semalam dia ajak salat tidak lagi menjawab saat Haikal menepuk-nepuk tubuhnya. Dia mencoba lagi, tapi tetap hening.

Saat itulah dia sadar sang sahabat telah pergi untuk selamanya. Yusuf meninggal dalam posisi sujuf tak jauh darinya.

Dengan tegar, Haikal bertahan bersama jasad sahabatnya hingga akhirnya tim SAR berhasil mengevakuasinya pada Rabu, 1 Oktober, pukul 15.22 WIB.

Halaman:

Tags

Terkini