TITIKTEMU.CO - Tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menelan korban jiwa lebih banyak dari yang diperkirakan.
Hingga Jumat 3 Oktober 2025, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 13 orang, menyusul tim SAR gabungan yang menemukan lima jenazah tambahan di bawah reruntuhan.
Proses evakuasi terhadap lima korban terbaru dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Kelima korban baru ini ditemukan di dua sektor berbeda di kompleks ponpes.
“Empat jenazah dievakuasi bertahap dari sektor A2 mulai pukul 07.30 hingga 11.34 WIB. Sementara satu korban ditemukan di sektor A3 pada pukul 14.00,” jelas Direktur Operasi SAR Basarnas, Yudhi Bramantyo.
Kelima jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Dengan penemuan ini, total korban meninggal menjadi 13 orang dari 116 orang yang terjebak dalam peristiwa nahas tersebut.
Diketahui, tragedi ini terjadi pada Senin 29 September 2025 sekitar pukul 14.40 WIB. Tragisnya, insiden terjadi saat lebih dari 100 santri sedang melaksanakan salat asar berjamaah.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
Peristiwa yang berlangsung begitu cepat tersebut menelan korban jiwa serta menyebabkan puluhan santri lainnya mengalami luka-luka.
Pengasuh Ponpes Putra Al Khoziny, KH. Raden Abdus Salam Mujib, mengungkapkan bahwa pembangunan musala sebenarnya sudah hampir rampung.
Gedung berlantai tiga ini direncanakan lantai satu untuk musala, sementara lantai dua dan tiga untuk balai pertemuan. “Proses pengecoran atap lantai tiga baru selesai siang hari,” jelasnya.
Salah satu santri yang selamat, Wahid, menceritakan musala sempat bergoyang saat salat memasuki rakaat kedua. Beberapa detik kemudian, bagian ujung bangunan runtuh, hingga ambruk total.
Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Masjid dan Musala 2025, Ini Caranya