Kalau beliau tidak mau bekerja sama, justru rakyat yang akan rugi,” tegas Prabowo.
Pernyataan ini disampaikan di hadapan para kepala daerah yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dari Partai Gerindra.
Sikap Tegas untuk Kader Sendiri
Prabowo juga menegaskan bahwa sikapnya yang tegas tidak hanya berlaku pada lawan politik, tetapi juga pada kader partainya sendiri.
"Gubernur Jawa Barat kebetulan Gerindra. Tapi kalau ada yang berperilaku tidak benar, saya usut,” ujarnya dengan nada serius namun diselingi humor.
Pernyataan ini sontak mengundang tawa hadirin, termasuk Dedi Mulyadi yang tampak menelungkupkan tangan sambil tertawa.
Prabowo juga mengingatkan para kader Gerindra yang telah menjabat sebagai bupati atau wali kota agar tidak bersikap arogan.
“Saya tahu ada kader yang begitu menjabat langsung petantang-petenteng. Itu jangan sampai terjadi,” tambahnya.
Integritas di Atas Segalanya
Pernyataan Prabowo ini menjadi penegasan bahwa integritas harus ditempatkan di atas kepentingan politik.
Kolaborasi lintas partai dan penegakan hukum yang adil menjadi kunci agar pemerintahan berjalan efektif dan dipercaya rakyat.
Dengan sikap seperti ini, Prabowo mengirimkan pesan jelas bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak tebang pilih.***