nasional

Fakta Terkini Kasus Keracunan Massal MBG di Bandung Barat: Temuan Bakteri, Evaluasi Program, hingga Usulan Dapur Sekolah

Senin, 29 September 2025 | 20:15 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi usul dapur sekolah imbas insiden keracunan massal dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Instagram.com/@dedimulyadi)

Temuan Labkesda: Bakteri Pembusuk

Dinas Kesehatan Jabar melalui UPTD Labkesda menemukan bakteri Salmonella dan Bacillus cereus pada sampel makanan MBG. Kepala UPTD Labkesda, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, mengungkapkan sumber bakteri berasal dari bahan karbohidrat yang disimpan tidak sesuai standar.

Baca Juga: Dari Sekolah Rakyat hingga Pengairan Desa, Begini Wujud Nyata PU 608

“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk yakni Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” ujarnya.

Ryan menegaskan pentingnya penyimpanan makanan dengan standar suhu aman, yakni di bawah 5 derajat Celcius atau di atas 60 derajat Celcius, untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

BGN: Insiden Tak Masuk Akal

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyebut kasus di KBB “di luar nalar”. Ia menyoroti penggunaan bahan baku tidak segar, termasuk penyimpanan ratusan ekor ayam dalam freezer selama berhari-hari sebelum dimasak.

Baca Juga: Kemenkes Perketat Pengawasan Program MBG: Wajibkan SLHS, Awasi Proses Masak, hingga Gerakkan Puskesmas dan UKS

“Saya juga tidak mentolerir bahan baku yang tidak segar. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar,” tegas Nanik.

Menurutnya, kualitas daging dalam kondisi penyimpanan seperti itu tidak mungkin terjaga.

Insiden ini membuat publik menuntut adanya perbaikan menyeluruh dalam implementasi MBG. Mulai dari standar higienitas, rantai pasok bahan makanan, hingga mekanisme pengawasan lapangan, agar program benar-benar aman dan memberikan manfaat bagi penerima, terutama siswa dan kelompok rentan seperti ibu menyusui.***

Halaman:

Tags

Terkini