TITIKTEMU.CO - Kasus keracunan massal yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat membuat publik resah.
Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi titik dengan laporan terbanyak. Program yang seharusnya meningkatkan gizi masyarakat kini justru menuai sorotan.
Baca Juga: Tak Hanya Cerdas di Panggung, Ini 5 Artis Indonesia Lulusan Universitas Indonesia yang Bikin Salut
Suara Eks Direktur WHO: Ada Bakteri Pemicu
Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, angkat bicara.
Ia menekankan bahwa kasus keracunan makanan sebenarnya terjadi di seluruh dunia, bukan hanya dihubungkan dengan program MBG.
Namun, hasil laboratorium menunjukkan temuan penting yang tak bisa diabaikan.
Baca Juga: Drama Harta Disita KPK: Eks Dirut PT Taspen Minta Dikembalikan, Ini Kronologi dan Dalih Pembelaan
Temuan Hasil Laboratorium: Salmonella dan Bacillus Cereus
Berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat, ada dua bakteri yang dominan ditemukan dalam sampel makanan MBG.
Pertama, Salmonella—bakteri yang biasa mengontaminasi makanan tinggi protein seperti daging, unggas, dan telur.
Kedua, Bacillus cereus—bakteri yang menurut NSW Food Authority Australia kerap muncul akibat penyimpanan nasi yang tidak tepat.
Baca Juga: Langkah Berani Purbaya: Tunda PPh 22 demi Napas Pelaku Bisnis Online Tetap Panjang
Lima Faktor WHO yang Picu Keracunan Makanan