nasional

Tangis Nanik Deyang dan Gelombang Kasus Keracunan MBG: BGN Janji Evaluasi Total di Tengah Krisis Kepercayaan

Jumat, 26 September 2025 | 20:45 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Deyang mengaku prihatin terhadap para siswa yang terdampak insiden keracunan dalam program MBG. (Instagram.com/@nanik_deyang)

Rincian data BGN menunjukkan:

  • Jawa: 2.606 korban
  • Sumatra: 1.281 korban
  • Kalimantan, Bali, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua: 824 korban

Sementara catatan JPPI menempatkan Jawa Barat sebagai wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 2.012 korban, disusul DIY (1.047 orang), Jawa Tengah (722 orang), Bengkulu (539 orang), dan Sulawesi Tengah (446 orang).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, juga mengakui adanya keteledoran di sejumlah dapur penyedia makanan MBG meski secara umum fasilitas terlihat layak.

Menurut Dadan, setiap daerah kini harus menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi keracunan massal, termasuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas darurat di posko kesehatan.

Baca Juga: Yamaha Kembali Hadirkan Program Miliarder di IMOS 2025, Ibu Rumah Tangga Asal Poso Raih Hadiah Rp1 Miliar

“Koordinasi di daerah cukup baik, tetapi memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan,” ujarnya saat meninjau posko penanganan di Cipongkor, Bandung Barat.

Meski gelombang keracunan terus meluas, pemerintah memastikan program MBG tidak akan dihentikan.

Fokus utama BGN saat ini adalah menemukan penyebab utama keracunan sekaligus melakukan evaluasi total terhadap standar manajemen dapur MBG di seluruh Indonesia.

Baca Juga: RUPTL 2025–2034: Janji Hijau PLN yang Masih Tertunda, Batu Bara Masih Mendominasi

“Kami berkomitmen mengusut penyebabnya dan memperbaiki sistem secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” tegas Dadan.

Kini, janji evaluasi total dari BGN menjadi sorotan utama, di tengah krisis kepercayaan publik akibat ribuan siswa yang menjadi korban program MBG.***

Halaman:

Tags

Terkini