nasional

Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium

Jumat, 26 September 2025 | 11:15 WIB
Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium. (ANTARAFOTO/Umarul Faruq)

Ancaman Serius bagi Generasi Muda

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengungkapkan sejak Januari hingga pertengahan September 2025, setidaknya 5.360 anak yang keracunan akibat makanan MBG.

Angka ini diyakini bisa lebih tinggi karena kurangnya transparansi dari sekolah maupun pemerintah daerah terkait pelaporan kasus keracunan MBG.

“Fakta ini menunjukkan program MBG gagal melindungi anak. Alih-alih meningkatkan gizi, justru berubah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa,” tegas Ubaid.

Menurutnya, masalah yang muncul bukan sekadar insiden teknis, tetapi sistematis. Sebab, kasus keracunan terjadi di banyak provinsi, bukan hanya satu atau dua wilayah.

Baca Juga: BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus

Pemerintah Bertahan, Program Tetap Jalan

Meski gelombang kritik semakin deras, pemerintah menegaskan program MBG tetap berlanjut. Juru Bicara Presiden, Juri Ardiantoro, menyampaikan bahwa kasus keracunan tidak pernah diharapkan.

Pemerintah berjanji segera melakukan evaluasi serta mencari solusi tanpa menghentikan program.

“Sampai hari ini MBG tetap berjalan. Masalah-masalah yang terjadi akan diinventarisasi dan dievaluasi untuk dicarikan jalan keluar,” ujar Juri.

Pemerintah beralasan, MBG merupakan program strategis untuk memperbaiki kualitas gizi jutaan anak. Karena itu, penghentian total dianggap bukan opsi, meski desakan moratorium semakin kuat.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Terus Berulang: BGN Bentuk Tim Investigasi Khusus, Kepala Tegaskan Masalah Ada di SPPG Baru

Desakan Moratorium dan Evaluasi

Ubaid Matraji dari JPPI menegaskan jika keselamatan anak tidak menjadi prioritas, maka program MBG berpotensi menjadi tragedi besar.

Dia meminta Presiden dan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara MBG sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Halaman:

Tags

Terkini