TITIKTEMU.CO - Isu yang melibatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini terus memanas, terutama setelah mencuatnya dugaan keterlibatan dalam skandal kuota haji.
Seruan agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatannya semakin keras. Salah satu desakan datang dari tokoh NU asal Yogyakarta, Kiai Asyhari Abdullah Tamrin.
Mantan Rais Syuriyah PWNU DIY periode 2006–2016 itu menila, situasi yang kini dihadapi PBNU adalah musibah besar yang bisa meruntuhkan wibawa organisasi jika tidak segera diatasi dengan langkah tegas.
Baca Juga: Pesan Damai Ormas Islam: Gus Yahya dan 16 Organisasi Bertemu Prabowo Bahas Arah Bangsa
PBNU Diterpa Isu Serius
Kiai Asyhari menegaskan rangkaian persoalan yang menimpa PBNU, mulai dari dugaan penyusupan paham zionisme hingga skandal kuota haji, mengguncang kepercayaan warga NU.
Menurutnya, situasi ini seharusnya tidak terjadi jika para kiai sejak awal berani memberikan peringatan dan teguran.
“Ini musibah besar bagi NU. Bisa meruntuhkan muruah jam’iyyah,” tegasnya dalam pernyataan resmi pada Minggu, 14 September.
Bagi Asyhari, isu korupsi kuota haji merupakan pukulan paling telak. Pasalnya, ribuan calon jemaah haji harus menunggu hingga puluhan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Jika benar ada praktik permainan kuota demi keuntungan pribadi, maka tindakan itu dianggap sangat mencederai rasa keadilan dan kemanusiaan.
“Ulah oknum PBNU yang mencari keuntungan duniawi dari dugaan korupsi haji tidak hanya tercela, tetapi juga menjungkirbalikkan keadilan yang semestinya tegak,” lanjutnya.
Baca Juga: Delapan Jam di KPK: Ustaz Khalid Basalamah Bongkar Drama Kuota Haji
Luka Jamaah dan Warga NU
Menurut Kiai Asyhari, isu korupsi haji bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga persoalan moral dan kepercayaan.